Pantai Pulau Merah, Primadona Pariwisata Baru di Banyuwangi

Tempat surfing keren di Banyuwangi tidak cuma Pantai Plengkung alias G-Land. Kini terdapat Pantai Pulau Merah dengan ombak tidak kalah bagus dan aneka pulau cantik di sekitarnya. Pantai Pulau Merah dinamai seperti itu karena di hadapan pantai terdapat pulau setinggi 200 meter dengan ranah kemerahan menjadi ikonnya. Namun pesona pantai ini juga datang dari gugusan pulau yang kecil di sekitarnya, yang juga mempunyai keelokan alam untuk menjadi destinasi wisata.

Akan tetapi, pemetaan daerah penyanggah itu masih belum selesai, karena keterbatasan alat dan biaya. Meski begitu, trip ini sudah mulai ditawarkan ke turis, khususnya wisatawan luar negeri yang datang ke Pulau Merah. Ada beberapa pulau yang harus menjadi perhatian:

Pulau Mbedil Satu dan Dua. Pulau ini dibagi dua, Pulau Mbedil 1 dan Pulau Mbedil 2 yang terpisahkan selat pendek. Sebutan ‘Mbedil’ diambil dari gaya menulis Jawa. Mbedil awal kata dari Bedil. Dalam bahasa Indonesia artinya senjata api. Jadi Mbedil mempunyai makna menembak. Maka, kedua pulau Mbedil itu katanya memiliki keindahan yang berkaitan dengan namanya itu. Sesekali dari sisi Pulau di sebelah barat Pulau Merah itu terdengar bunyi mirip dentuman meriam. “Pulau Mbedil ini dapat mengeluarkan suara kencang mirip tembakan meriam,” ujar Sugiantoro lifeguard Pesisir Pulau Merah saat itu.

Pulau Mustaka. Pulau Mustaka berada di utara Pulau Merah, waktu tempuh hingga 15 menit traveling dengan menyewa perahu motor. Pulau yang luasnya 3 hektar ini memberikan panorama tembok tebing yang menakjubkan di hampir semua bagian terluarnya. Tebing-tebing tersebut seolah benteng alam bagi kelompok monyet yang bertempat tinggal di sana. “Dapat masuk ke pulau melewati celah tebing, akan tetapi cukup sulit,” lanjut Sugiantoro. Kabarnya di pulau Mustaka ada warisan masa kolonial Jepang berupa benteng pengintai komplit dengan meriam yang besar di puncaknya. Situs ini sekalian menjadi pariwisata sejarah meski banyak kisah mistis seputar eksistensinya. Banyak masyarakat mengatakan, di Pulau Mustaka kerap terjadi penampakan makhluk gaib. “Kepulauan Mustaka juga kita jadikan sebagai wisata mistis,” kata Yogi Turnando, pekerja pariwisata Banyuwangi, ditemukan terpisah.

Pulau Manuk. Dahulu tempat wisata karang ini jadi tempat tinggal atau habitat asli burung dari bermacam-macam jenis. Sebab itu juga, pulau yang dikelilingi tebing-tebing karang terjal tersebut disebut Pulau Manuk (burung). Pantai di sekelilingnya menyimpan keelokan terumbu karang yang masih tak terlalu terjamah manusia. Peluang keindahan bawah laut itu belum banyak di publikasikan masyarakat, kecuali para penangkap ikan setempat. Disayangkan, pulau kecil ini tak bisa dimasuki karena fotografinya yang ekstrim. Tebing-tebing karang mencuat menjadi benteng alam yang susah untuk ditembus.

Pulau Mbangsong. Di bagian timur dari Pulau Mustaka ada Pulau Mbangsong. Pantai yang mirip sebuah teluk dengan view laut lepas, jadi keindahannya. Dari petualang penggiat wisata Pulau Merah, area pesisir Mbangsong amat mungkin menjadi tempat berkemah. Lautnya yang minim batu karang bisa difungsikan sebagai lokasi water sport, misalnya banana boat dan jet ski. Di bagian baratnya berdiri tebing bebatuan yang kokoh dan indah. Urat-urat bebatuan yang menyusun tebing terlihat jelas dan menghasilkan sebuah guratan 3 dimensi.

Pulau Poncomoyo. Berbeda dengan Pulau Manuk. Pulau Poncomoyo dapat dimasuki melaui rute laut meski tidak ada dermaganya. Di sana wisatawan akan disajikan pemandangan alam yang mempesona. Kicuan burung-burung, lalu lalang satwa liar seperti kijang, monyet menjadikan daya tarik tersendiri. “Pantai sekitarnya juga pas untuk snorkeling atau fishing troling,” Tempat wisata Poncomoyo ini lokasinya 1 mil dari Pulau Merah dan termasuk di daerah Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Karena itu pulau ini masih sangat alami, tidak cuma karena hanya bisa kunjungi melalui jalur laut.

Pulau Remisan dan Pantai Wedi Ireng. Pulau Remisan memiliki gugusan pasir putih di pinggiran pantainya. Bebatuan pegunungan semakin menambah indahnya pantai yang tak jauh dari Pantai Rajegwesi ini. Sampai hari ini, Pantai Remisan masih tetap terjaga dengan baik. “Panjang pantainya hanya 200 meter, persis teluk dan harus melalui laut jika ke sana,” tambah Yogi. Pertengahan Mei sampai Desember, adalah waktu yang bagus untuk menikmati trip pariwisata peyanggah Pulau Merah ini. Sedangkan kira-kira Januari hingga April, perjalanan tersebut tidak dibuka bagi traveler karena cuaca di kawasan Laut Selatan yang tidak mensupport.