Cari Tempat Diving Yang Oke di Indonesia? Pergi Aja ke Raja Ampat

Indonesia adalah negara yang amat beruntung sebab dianugerahi warisan alam yang sangat menakjubkan. Kekayaan alam Indonesia ini luar biasa kaya hingga tidak sedikit dikagumi oleh orang-orang dunia yang terpesona lantaran keindahannya yang nyaris tiada tandingannya. Kekayaan alam ini juga yang jadi suatu potensi besar tuk satu objek wisata. Sebuah potensi wisata alam paling besar yang dipunya oleh Indonesia ada di sebuah kawasan di penghujung timur kepulauan Indonesia. Itulah kepulauan Raja Ampat yang ditunjuk pantas memegang gelar surga wisata bahari. Obyek wisata yang terdapat di Papua Barat ini sungguh telah berhasil menarik minat dunia. Namanya sudah cukup tersohor sebab kekayaan alam bahari yang dipunya.

Bahkan ada suatu film dokumenter bertajuk ‘Edis Paradise 3’ yang digarap oleh Avant Premiere ini dengan bangga mengekspos kekayaan alam bawah laut Raja Ampat yang dikatakannya sebagai Amazon Lautan Dunia. Film dokumenter yang diputar pertama di Swiss ini pun makin mengundang decak kagum para penikmat wisata bahari internasional. Kata Raja Ampat pun kian dikenal sebagai satu dari banyak surga alam bawah laut sangat indah di dunia.

Alam bawah laut di wilayah perairan Raja Ampat ini pada dasarnya dinilai amat kaya akan keanekaragaman flora fauna. Perairan yang terbentang diantara ratusan pulau ini jadi rumah bagi sekurang-kurangnya 75% dari seluruh spesies karang yang terdapat di dunia. Penelitian yang dilaksanakan tim ahli Conservation International, Lembaga Oseanografi Nasional (LON), The Nature Conservancy, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membeberkan bahwa di perairan itu terdapat melebihi 540 spesies karang keras (75% total spesies di dunia), lebih dari 1.000 spesies ikan karang, 700 spesies moluska serta catatan paling tinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Mereka mengaku bahwa belum ada satu pun wilayah luas areanya yang sama yang punya jumlah spesies karang hingga sebanyak ini. Bahkan, di sejumlah kawasannya ada pula yang punya persentase penutupan karang hidup sampai 90%, yaitu di selat Dampier (selat diantara Pulau Waigeo dan Batanta), Kepulauan Kofiau, Misool Tenggara juga Wayag.

Raja Ampat diving merupakan fitur wisata paling seru yang tidak boleh dilewatkan saat Anda berwisata ke kawasan wisata itu. Aktivitas sangat mantap tuk menyaksikan keindahan alam bawah laut jelas dengan diving. Biaya menyelam di area ini mulai Rp. 600rb. Tapi, bagi Anda yang barangkali kurang suka atau belum bisa diving, masih terdapat alternatif lain tuk menikmati aset alam Raja Ampat itu. Jika Anda berkunjung ke sejumlah kawasan sebagaimana di kampung Saondarek saat laut pada keadaan surut terenda, maka Anda bakal bisa menikmati bentangan terumbu karang tanpa musti menyelam. Saat surut, lautan menjadi sangat dangkal bahkan tidak sedikit daerah karang yang tidak tertutupi air. Menariknya, karang–karang disini sudah mampu beradaptasi sehingga masih bisa hidup walau berada di udara terbuka lalu terpapar sinar matahari.

Tapi, tentu bakal lebih seru jika Anda bisa mencoba Raja Ampat diving disana. Dengan diving, Anda dapat bercengkerama langsung dengan berbagai spesies unik yang kemungkingan Anda jumpai ketika menyelam. Misalnya saja sejumlah spesies kuda laut katai, wobbegong juga pari Manta yang lebarnya hingga 2 meter. Jangan risau, ikan pari Manta disana cukup jinak sehingga Anda bisa bebas melihatnya. Jika Anda mau melihat pari manta ini, tempatnya ialah di Manta Point yang ada di Pulau Arborek selat Dampier. Lokasi lain pun tak kalah menyenangkan. Bila beruntung, Anda bisa menemukan ikan endemik raja ampat semacam Eviota raja, yakni semacam ikan goby. Di Cape Kri alias Chicken Reef, Anda bisa diving sambil dikelilingi oleh beribu-ribu ikan cantik. Kadang, muncul ikan tuna, hiu karang, giant trevallies snappers dan terkadang yang bisa memungkinkan suasana lebih menegangkan ialah kumpulan ikan barakuda. Bila beruntung, Anda bisa menyaksikan sendiri penyu yang lagi diam memakan sponge maupun berenang di sekeliling anda. Di Salawati, Batanta dan Waigeo, jadi tempat di mana Anda bisa melihat Dugong alias ikan duyung.

Pantai Pulau Merah, Primadona Pariwisata Baru di Banyuwangi

Tempat surfing keren di Banyuwangi tidak cuma Pantai Plengkung alias G-Land. Kini terdapat Pantai Pulau Merah dengan ombak tidak kalah bagus dan aneka pulau cantik di sekitarnya. Pantai Pulau Merah dinamai seperti itu karena di hadapan pantai terdapat pulau setinggi 200 meter dengan ranah kemerahan menjadi ikonnya. Namun pesona pantai ini juga datang dari gugusan pulau yang kecil di sekitarnya, yang juga mempunyai keelokan alam untuk menjadi destinasi wisata.

Akan tetapi, pemetaan daerah penyanggah itu masih belum selesai, karena keterbatasan alat dan biaya. Meski begitu, trip ini sudah mulai ditawarkan ke turis, khususnya wisatawan luar negeri yang datang ke Pulau Merah. Ada beberapa pulau yang harus menjadi perhatian:

Pulau Mbedil Satu dan Dua. Pulau ini dibagi dua, Pulau Mbedil 1 dan Pulau Mbedil 2 yang terpisahkan selat pendek. Sebutan ‘Mbedil’ diambil dari gaya menulis Jawa. Mbedil awal kata dari Bedil. Dalam bahasa Indonesia artinya senjata api. Jadi Mbedil mempunyai makna menembak. Maka, kedua pulau Mbedil itu katanya memiliki keindahan yang berkaitan dengan namanya itu. Sesekali dari sisi Pulau di sebelah barat Pulau Merah itu terdengar bunyi mirip dentuman meriam. “Pulau Mbedil ini dapat mengeluarkan suara kencang mirip tembakan meriam,” ujar Sugiantoro lifeguard Pesisir Pulau Merah saat itu.

Pulau Mustaka. Pulau Mustaka berada di utara Pulau Merah, waktu tempuh hingga 15 menit traveling dengan menyewa perahu motor. Pulau yang luasnya 3 hektar ini memberikan panorama tembok tebing yang menakjubkan di hampir semua bagian terluarnya. Tebing-tebing tersebut seolah benteng alam bagi kelompok monyet yang bertempat tinggal di sana. “Dapat masuk ke pulau melewati celah tebing, akan tetapi cukup sulit,” lanjut Sugiantoro. Kabarnya di pulau Mustaka ada warisan masa kolonial Jepang berupa benteng pengintai komplit dengan meriam yang besar di puncaknya. Situs ini sekalian menjadi pariwisata sejarah meski banyak kisah mistis seputar eksistensinya. Banyak masyarakat mengatakan, di Pulau Mustaka kerap terjadi penampakan makhluk gaib. “Kepulauan Mustaka juga kita jadikan sebagai wisata mistis,” kata Yogi Turnando, pekerja pariwisata Banyuwangi, ditemukan terpisah.

Pulau Manuk. Dahulu tempat wisata karang ini jadi tempat tinggal atau habitat asli burung dari bermacam-macam jenis. Sebab itu juga, pulau yang dikelilingi tebing-tebing karang terjal tersebut disebut Pulau Manuk (burung). Pantai di sekelilingnya menyimpan keelokan terumbu karang yang masih tak terlalu terjamah manusia. Peluang keindahan bawah laut itu belum banyak di publikasikan masyarakat, kecuali para penangkap ikan setempat. Disayangkan, pulau kecil ini tak bisa dimasuki karena fotografinya yang ekstrim. Tebing-tebing karang mencuat menjadi benteng alam yang susah untuk ditembus.

Pulau Mbangsong. Di bagian timur dari Pulau Mustaka ada Pulau Mbangsong. Pantai yang mirip sebuah teluk dengan view laut lepas, jadi keindahannya. Dari petualang penggiat wisata Pulau Merah, area pesisir Mbangsong amat mungkin menjadi tempat berkemah. Lautnya yang minim batu karang bisa difungsikan sebagai lokasi water sport, misalnya banana boat dan jet ski. Di bagian baratnya berdiri tebing bebatuan yang kokoh dan indah. Urat-urat bebatuan yang menyusun tebing terlihat jelas dan menghasilkan sebuah guratan 3 dimensi.

Pulau Poncomoyo. Berbeda dengan Pulau Manuk. Pulau Poncomoyo dapat dimasuki melaui rute laut meski tidak ada dermaganya. Di sana wisatawan akan disajikan pemandangan alam yang mempesona. Kicuan burung-burung, lalu lalang satwa liar seperti kijang, monyet menjadikan daya tarik tersendiri. “Pantai sekitarnya juga pas untuk snorkeling atau fishing troling,” Tempat wisata Poncomoyo ini lokasinya 1 mil dari Pulau Merah dan termasuk di daerah Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Karena itu pulau ini masih sangat alami, tidak cuma karena hanya bisa kunjungi melalui jalur laut.

Pulau Remisan dan Pantai Wedi Ireng. Pulau Remisan memiliki gugusan pasir putih di pinggiran pantainya. Bebatuan pegunungan semakin menambah indahnya pantai yang tak jauh dari Pantai Rajegwesi ini. Sampai hari ini, Pantai Remisan masih tetap terjaga dengan baik. “Panjang pantainya hanya 200 meter, persis teluk dan harus melalui laut jika ke sana,” tambah Yogi. Pertengahan Mei sampai Desember, adalah waktu yang bagus untuk menikmati trip pariwisata peyanggah Pulau Merah ini. Sedangkan kira-kira Januari hingga April, perjalanan tersebut tidak dibuka bagi traveler karena cuaca di kawasan Laut Selatan yang tidak mensupport.

7 Hal yang Bisa Bikin Kamu Betah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Jakarta

Bisa menjadi lebih dari 10 hal sih yang mampu bikin saya dan kamu betah di Pulau Pari, tinggal gimana kita bisa menciptakan kebahagiaan dan kegembiraan itu sendiri yang tentunya bisa bikin kita kerasan traveling ke pulau Pari ini, sebuah pulau di Kepulauan Seribu yang jaraknya sekitar 45 menit s.d 1 jam memakai speedboat dari Jakarta. Dari julukannya aja sudah bikin penasaran, mirip dengan nama ikan, ikan Pari, tapi tidak berarti di pulau ini banyak ikan Pari ya bro sis, tapi lebih pada rupa pulau ini yang mirip ikan Pari. Nah apa saja 10 hal itu yang bisa bikin kalian betah berlama-lama saat liburan di Pulau Pari ? simak nih gaes :

Pulau Pari

Berenang. Yup kolam renang terdapat dimana-mana, super duper besar dan free pulak…hahaha. Ya iyalah secara pulau Pari dikelilingi pantai-pantai jelita berpasir putih halus yang mana pada beberapa titik pantai nyaris tak ada ombaknya sehingga sangat nyaman untukmu dan anak-anak berenang, khususnya di spot Pantai Pasir Perawan. Bahkan, di spot pantai yang mempunyai semacam pulau kecil di tengah-tengah ini bisa membuatmu terlihat keren kalo bisa berenang dari satu sisi pantai di pulau kecilnya kearah sisi pantai di pulau kecil lainnya, wah rasa-rasanya seperti nyebrang lautan gitu deh ! Snorkeling. Satu hal fantastis saat snorkeling di titik dekat Pulau Tikus ialah, ikannya sangat banyak sekali dan warna-warni gaes. Tidak nyangka juga bila di Pulau Seribu ikannya lucu-lucu gini. Oiya, demi tempat snorkeling di sekitar Pulau Pari ada beberapa lokasi menarik, diantaranya di dekat Pulau Burung, di daerah Pulau Tikus, di daerah Kapal Karam, tidak jauh dari pelabuhan Pulau Pari dan di sekitar hutan bakau dekat Pantai Pasir Perawan. Selain lokasi snorkel di sekitar hutan bakau yang bisa dijangkau dengan kapal dayung nelayan, saya jamin spot snorkeling lainnya harus ditempuh memakai kapal motor yang berarti kita harus merental kapal untuk sampai ke lokasi snorkelingnya. Kalau ingin murah maka bisa sewa ramai-ramai, tetapi jika ingin private ya kudu bayar ekstra mahal karena sebuah kapal hanya akan dipakai sendiri, komplit dengan guidenya yang bakal memotret-motretmu didalam laut.

  1. Jelajah Hutan Mangrove. Tempat hutan mangrovenya sangat persis dengan hutan mangrove yang terdapat di Pulau Nusa Lembongan Bali, dan kamu cukup bayar sekitar Rp 10 ribu s.d Rp 15 rb per orang tuk diantar naik perahu kano nelayan berkeliling hutan mangrove itu, asyik kan ! Maka hutan mangrovenya itu ada di kawasan pantai hingga tidak bisa dijelajahi dengan upaya jalan kaki atau trekking, tetapi harus menggunakan perahu kano.
  2. Olahraga Air (Water Sport). Jadi buat kamu yang menyukai bermain-main air, bisa segera menuju spot Pantai Pasir Perawan, sebab di tepi pantai nan tenang dan damai tanpa ombak ini, banyak di rentalkan perahu-perahu karet ataupun kano buat kamu bermain-main atau berolahraga air. Tinggal pilih mau naik kapal yang mana, dan dengan jumlah daya tampung sepuluh orang per perahunya, bisa dirental dengan hitungan jam.
  3. Fotografi. Bila soal motret dan selfie-selfie ria, tidak bakalan habis deh spot indah di sini. Diawali sejak turun di dermaga pulau ini, sampai jalan-jalan sampe ke hutan bakau, pantai-pantai, bukit matahari, bawah laut, dan sebagainya, semuanya bisa memakan waktumu dan senang berfoto-foto ria.
  4. Wisata Kuliner. Gak usah takut kelaparan di pulau ini, sebab banyak sekali makanan dan minuman yang dijajakan disini, mulai dari gelaran kaki lima, warung-warung sembako sampai warung-warung makan yang menjual makanan rumahan atau sea food khas pulau yang bisa disantap panas-panas sekaligus bakar-bakaran di tepi pantai, semua ada disini. Harganyapun standarlah pendapat saya, mirip-mirip tarif kaki lima di Jakarta. contohnya, aqua botol 600 ml Rp 5.000, teh botol, coca-cola, fanta, sprite Rp 7.000, coffee mix, milo Rp 4.000, semangkuk indomie telur rebus/goreng Rp 10.000, nasi goreng Rp 15.000, mie ayam Rp 10.000, mie baso Rp 15.000, rujak Rp 10.000, dst. So!, kalo tidak doyan ngapa-ngapa’in di sini, boleh memilih jelajah liburan kulinernya aja bro sis.
  5. Bersantai di Tepi Pantai. Malah sampe bisa tidur loh di pinggir pantai Pulau Pari ini, lah bagaimana tidak, anginnya sepoi-sepoi seperti ini, diimbangi perut sudah kenyang dengan pariwisata kulinernya, tinggal rebahan aja di saung-saung yang banyak berserakan di tepian pantai, istirahat deh, hahaha ! Nikmatilah suasana seperti ini, sebab tidak akan bisa anda jumpai lagi saat telah kembali ke kota awal yang penuh dengan hiruk pikuk.
  6. Bersepeda. Semacam di Pulau Seribu lainnya, saya jamin di Pulau Pari pun kita bisa menyewa sepeda biar bisa menghemat tenaga saat jalan-jalan berkeliling pelosok pulaunya. Walaupun sebenarnya hanya ada 1 (satu) jalan kecil utama yang mengaitkan pulau ini dari ujung ke ujung, namun lumayan juga tuh gaes luas jalannya sekitar 1,5 s.d 2 km, nah kalo hilir mudik mondar mandir bisa gempor pula kaki wkwkkw. Naik sepeda biar sehat !
  7. Shopping. Siapa bilang di Kepulauan terpencil gini nggak bisa shopping ? bisa sodara-sodara…terdapat kios-kios yang menyediakan aneka baju, kaos dan souvenir khas pulaunya. Mulanya juga sempat mikir, apa iya saya ingin belanja disini? lhaaaa usai masuk ke kiosnya, yang ada justru memborong baju kaos, baju santai, topi, gantungan kunci, magnet lemari es, kacamata, celana pantai, dan masih ada lagi. Mirip-mirip cinderamata di Bali gitu deh, tau kan baju-baju santai dengan jenis kain yang tipis, memiliki rasa dingin di badan dan bertuliskan Pulau Pari…wuih…keren kan jadinya, kenang-kenangan telah menginjakkan langkah di pulau ini.