Napoli Makin Kuat, Callejon Optimis Dapat Taklukkan PSG

Napoli Makin Kuat, Callejon Optimis Dapat Taklukkan PSG

Pemain sayap Napoli, Jose Callejon, menatap pertandingan Liga Champions kontra Paris Saint-Germain bersama percaya diri tinggi. Dengan kedalaman kesebelasan yang kian tumbuh, dia juga sesumbar dapat menaklukkan PSG.

Napoli sukses menyulitkan PSG kala bermain di Parc des Princes. Malahan mereka hampir mempermalukan tuan rumah jika Angel Di Maria tak menyarangkan goal penyama skor pada menit terakhir.

Punya modal berharga pada pertandingan perdana, bintang dari Spanyol ini yakin Napoli bakal berlaga setingkat lebih bagus lagi di San Paolo. Terlebih Il Partinopei sekarang punya tim yang bagus.

“Saya kira kami makin hebat setiap tahunnya. Aku tak dapat memberi tahu Kamu apa ini kesebelasan yang terkuat, namun tersedia beberapa bintang hebat yang hadir di dalam beberapa tahun terbaru. Kami telah bermain bersama buat waktu yang cukup lama,” tutur Callejon menurut Football Italia.

“Kami telah melakoni pertandingan krusial sepanjang beberapa tahun dan jadi setingkat lebih hebat. Kami kini setingkat lebih dewasa dan manajer memberikan kepercayaan lebih banyak. Kami dapat mengerjakan hal-hal hebat serta berharap pada pertandingan mendatang dapat mengerjakannya lagi,” dia melanjutkan.

Callejon menyadari jika PSG punya kedalaman team yang mengesankan. Terlebih di pertandingan mendatang kesebelasan tamu telah kembali dibela leader tim, Thiago Silva, yang sempat tidak ikut serta pada pertandingan perdana.

“Ya, selalu susah sebab mereka kesebelasan yang kuat. PSG dihuni beberapa bintang hebat, jadi kita mesti mengerjakan sebagaimana pada leg pertama, namun kali ini wajib berakhir dengan kemenangan,” pungkasnya.

Piala Asia U-19 2018 – Konflik Politik Timur Tengah Pengaruhi Pertandingan Perdana

Piala Asia U-19 2018 - Konflik Politik Timur Tengah Pengaruhi Pertandingan Perdana

Laga perdana fase penyisihan Grup A Piala Asia U-19 2018 antar tim nasional U-19 Uni Emirat Arab serta Qatar dipenuhi dengan nuansa politis.

Pertandingan yang berjalan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (18/10/2018), itu berakhir dengan score 2-1 buat kejayaan Uni Emirat Arab.

2 skor tim nasional U-19 Uni Emirat Arab dibukukan via kaki Ahmed Fauzi saat laga sudah berjalan hingga menit ke-16 serta Ali Saleh (41′).

Sementara goal solo tim nasional U-19 Qatar dibukukan via sundulan Abdulrashed (36′).

Performa bernuansa politis itu berlangsung kala leader tim nasional U-19 Uni Emirat Arab, Omar Ahmad, keberatan untuk berjabat tangan dengan leader tim nasional U-19 Qatar, Nasser Abdulsalam.

Performa bernuansa politis itu terjadi kala keduanya berjumpa dengan wasit sesaat sebelum mengawali laga.

Malahan, Omar Ahmad pun keberatan untuk berfoto bareng sesaat sebelum pertandingan digelar.

Peristiwa itu juga ikut mendapat sorotan dari satu dari sekian banyak wartawan asing, Fox Sports Asia.

Fox Sports Asia memperhitungkan, pertandingan pembuka itu harusnya jadi ajang guna pamer talenta untuk para pesepak bola muda di kawasan Benua Kuning.

“Apa yang harusnya jadi fokus pada pertandingan pembuka Piala Asia U-19 2018 itu merupakan aksi-aksi bintang sepakbola di kawasan Asia. Tapi, kali ini fokus itu teralihkan pada tensi politik yang berlangsung di kawasan Timur Sedang, ” klaim Fox Sports Asia.

Koneksi Uni Emirat Arab bersama Qatar sekarang memang sedang panas.

Hal itu karena krisis diplomatik yang berlangsung oleh Qatar di daratan Timur Tengah.

Krisis itu Berawal saat 4 negeri Timur Tengah, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir serta Bahrain, memutuskan hubungan diplomatik serta menggunakan blokade ekonomi kepada Qatar di medio Juni 2017.

Negeri-negeri itu melakukan pengusiran kepada warga negara Qatar serta membekukan hubungan diplomatik.

Malahan, mereka pun menutup satu-satunya perbatasan darat Qatar, menutup ruang angkasa mereka, serta mengakhiri relasi dagang.

Keputusan itu datang usai ke 4 negeri itu menuduh jika Qatar menyuport aksi-aksi terorisme serta ekstrimisme.

Alhasil, Qatar pernah mendapatkan krisis karena ke 4 negeri itu mengambil keputusan guna tak meneruskan kerjasama ekonomi.

Endingnya, Qatar tak mendapat pasokan kebutuhan yang pada awalnya didatangkan dari ke 4 negara itu.

Namun demikian, kondisi ini bersangsur-angsur mulai mampu dikendalikan oleh Qatar usai mereka mendesak beberapa negeri lainnya, menurut Turki serta Oman, untuk memasok kebutuhan mereka.

Sektor Pertahanan Juve Dipastikan Tak Berbeda Walau Tanpa Buffon

Sektor Pertahanan Juve Dipastikan Tak Berbeda Walau Tanpa Buffon

Kompetisi musim ini, buat kali perdana semenjak pertengahan tahun 2001, tidak muncul lagi nama Gianluigi Buffon di lis pesepakbola Juventus.

Transformasi raksasa terwujud di jantung pertahanan Si Nyonya Tua. Apakah yang bertransformasi? Jelas tidak sedikit, salah satu diantaranya keyakinan menyodorkan Wojciech Szczesny menjadi penjaga gawang nomor 1 Juventus.

Usai ditinggal legenda mereka, manajer Massimiliano Allegri, elemen Juventus, serta para personel di barisan defensif berlatih dengan keras menegaskan transformasi tidak terlampau drastis tercipta.

Usaha yang dikerjakan oleh Szczesny plus lini barisan defensif Si Nyonya Tua masih dapat menegaskan bahwa mereka mempertahankan pamor menjadi satu dari sekian banyak kesebelasan yang sangat sukar dibobol di Italia mau pun di Eropa.

Akibatnya, Juventus mencatatkan rekor mengesankan, dapat menjuarai 9 pertandingan perdana di seluruh turnamen dengan cara berturut-turut! Rekor ini tidak sekalipun tercipta semenjak kampanye musim 1930/31.

Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan unggul, di 7 pertandingan perdana liga plus 2 laga Liga Champion pada penyisihan grup. Siapa yang dapat mengakhiri mereka?

“Diri kami sendiri jika team saya menggunakan tensi. Selanjutnya ialah Udinese. Team saya memiliki incaran unggul di sana sebelum jeda pertandingan internasional, ” kata pemain bertahan Medhi Benatia pada Sky Italia.

“Kami melakoni 3 turnamen serta tidak diperkenankan memperoleh dampak apapun, ” jelasnya sedang.

Dari 9 hasil positif Juventus kompetisi musim ini, 5 pada antaranya diperoleh dengan pencapaian catatan tidak kebobolan. Malahan, Juventus baru saja sekali kemasukan lebih dari 2 skor kompetisi musim ini di pertandingan pembuka melawan Chievo.

Season Preview Chelsea – Mengincar Zona Tingkat tinggi Pada Era Transisi

Season Preview Chelsea - Mengincar Zona Tingkat tinggi Pada Era Transisi

Kompetisi musim 2017/18 ialah kompetisi musim yang kepingin selekasnya dilupakan oleh Chelsea dan para suporter. Jadi pemenang bertahan Premier League, Chelsea sekadar dapat selesai posisi 5 dan sekadar berhak bermain di Liga Europa 2018/19. Lagi-lagi menuju ke papan atas, menuju ke zona tingkat tinggi Liga Champions, ialah prioritas utama skuat yang melintang Pada Era transisi ini untuk kompetisi musim terbaru 2018/19.

Musim sebelumnya, Chelsea pun enggak mampu di Liga Champions (16 besar) dan Piala Liga (4 besar). Titel jawara FA Cup jua enggak cukup untuk menghindarkan sang juru tak-tik Antonio Conte dari pemecatan.

Jendela transfer musim panas ini, Chelsea sempat meresmikan Maurizio Sarri jadi juru tak-tik baru. Chelsea lagi-lagi ditangani oleh orang Italia. Apakah yang sanggup didambakan dari dia? Berikut ini livescore Liga Champions terupdate memberikan ulasannya

Sarri ialah manajer yang meraih kesuksesan menangani Napoli bertindak sebagai satu diantara sejumlah skuat dengan penampilan begitu atraktif di Eropa. Sarri, dengan football yang bertumpu pada penguasaan bola, asisst-assist pendek dan tempo cepat, sanggup menyediakan Chelsea sebuah wajah dan karakteristik yang tak sama.

Sebelum hal tersebut, Chelsea kemungkinan besar mesti lebih dahulu menjauhkan beberapa pemain pilarnya dari godaan para lawan. Beberapa pemain kayak Eden Hazard, Willian dan Thibaut Courtois sering dikoneksikan dengan kesebelasan-kesebelasan yang lain sejauh jendela transfer musim panas ini, dan bakalan pelik buat Chelsea untuk mampu bertarung bila sampai kehilangan mereka.

Mereka begitu diinginkan oleh Chelsea didalam masa transisi ini.

Enggak enteng membuat sebuah skuat dari awal. Wajar bila Sarri semampu mungkin mencoba menahan pilar-pilar yang dirinya warisi dari pendahulunya.

Sarri jua enggak kelewatan menandatangani berbagai pesepakbola anyar. Sekadar pesepakbola yang sungguh-sungguh diinginkan lah yang dirinya tandatangani. Mendatang, menurut admin livescore Liga Inggris dirinya tinggal dapatkan komposisi yang begitu cocok.

Yang pasti, Sarri enggak boleh didambakan langsung menghantarkan Chelsea lagi-lagi merajai liga. Finis empat besar ialah buruan yang begitu baik untuk ditarget.

Yang Pantas Diperhatikan – Alvaro Morata – Terdapat 1 pesepakbola yang dikatakan jadi target inti Chelsea jendela transfer musim panas ini. Pesepakbola tersebut ialah Gonzalo Higuain, penyerang Juventus yang sempat bertindak sebagai finisher tumpuan Sarri di Napoli. Pesepakbola Argentina tersebut nyaris pasti hijrah, tetapi menuju ke AC Milan, bukan menuju ke Chelsea.

Hal tersebut mengartikan bahwa Chelsea wajib memberi optimisme dan kans pada Alvaro Morata untuk menghidupkan lagi-lagi kariernya.

Morata ialah penyerang keren, dan dirinya berhasil memperlihatkannya kala 2 kompetisi musim bermain untuk Juventus sebelum pulang menuju ke Real Madrid dan didatangkan Chelsea pada jendela transfer musim panas 2017. Tetapi kompetisi musim debut pesepakbola 25 tahun Spanyol tersebut di Stamford Bridge enggak sepenuhnya sesuai asa.

Morata sekadar membuat 11 skor didalam 31 kinerja di Premier League, bedasarkan statistik yang kami dapat dari livescore bola online. Hal itu membuat dirinya gencar dilaporkan bakalan dijual oleh Chelsea. Hanya saja, dengan jendela transfer telah kian mendekati deadline, Chelsea tampaknya enggak mempunyai alternatif yang lain.

Morata bakalan memperoleh kans untuk memperlihatkan kapasitasnya. Dirinya sendiri jua jelas siap untuk menjadi sedikit lebih perfect lagi dengan juru tak-tik barunya.

Pemain baru Paling hebat – Jorginho – Chelsea selama ini baru menjalani 2 pembelian krusial. Robert Green ditandatangani dari Huddersfield Town dengan cuma-cuma, dan sebelum hal tersebut mereka pun memboyong Jorginho dari Napoli dengan nilai transfer kira-kira £50 juta. Tetapi hal tersebut tidaklah sesuatu yang patut dicemaskan.

Green ditandatangani untuk bertindak sebagai keeper ke-3. Di lain pihak, Jorginho didatangkan lantaran Sarri sungguh-sungguh membutuhkan dirinya.

Di kesebelasan terbaru, enggak mudah bagi Sarri untuk meyakinkan banyak orang mengenai metode sepakbolanya. Dengan penandatanganan Jorginho, seluruhnya bakalan sedikit lebih enteng.

Jorginho ialah playmaker yang menjadikan Napoli gagasan Sarri diperhitungkan di Serie A atau pun Eropa. Seperti yang dapat kita baca di livescore Liga Champions, dirinya ialah sesosok maestro, pass master yang jago mengatur tempo permainan.

Musim sebelumnya, Jorginho menorehkan total 2860 assists on target didalam 33 kinerja di Serie A. Angka tersebut sampai-sampai terdaftar jadi yang teratas di 5 liga papan atas Eropa.

Jorginho jua telah memperlihatkan permainan istimewa di pra musim ini. Dirinya dapat memainkan fungsinya jadi pengatur serangan Chelsea. Para penggemar Chelsea boleh mengharapkan lebih dari dia kompetisi musim ini.

Barisan Lemah – Dengan teknis, Chelsea dapat dikatakan enggak bermasalah berarti. Dikatakan livescore bola online kesebelasan mereka tetap ialah satu diantara sejumlah yang terkuat di Inggris.

Yang pantas dicemaskan ialah faktor nonteknis. Ini mengenai 2-3 bintangnya yang sejauh jendela transfer musim panas enggak henti dikoneksikan dengan kepergian menuju ke kesebelasan yang lain.

Willian, Eden Hazard dan Thibaut Courtois ialah pesepakbola krusial. Paling tidak 2 dari trio tersebut dipercaya telah kepingin hengkang dari Stamford Bridge.

Chelsea kepingin menahan mereka. Selama ini, tampaknya enggak bakalan terdapat yang dijual. Tetapi ini kemungkinan besar bakalan bertindak sebagai kompetisi musim terakhir mereka.

Berkaca pada kasus Alexis Sanchez di Arsenal 1 tahun yang lalu, risikonya besar. Menurut livescore Liga Italia beberapa pemain yang bersangkutan bakalan susah mempertahankan fokus dan menampilkan komitmen di rumput hijau didalam keadaan begitu.

Hal tersebut sanggup menghantui Chelsea pada 1 titik kompetisi musim ini.

Prediksi – Walaupun baru ganti juru tak-tik, Chelsea enggak diperbolehkan serta merta ditendang dari bursa pemenang.

Antonio Conte menghantarkan Chelsea bertindak sebagai pemenang Premier League di kompetisi musim nya yang ke 1. Carlo Ancelotti, laki-laki Italia yang lain, pun memperoleh capaian yang mirip di kompetisi musim nya yang ke 1 pada kampanye musim 2009/10 yang lampau.

Tetapi kompetisi musim ini dipandang sedikit lebih pelik dari pada 2 kompetisi musim yang dibilang di atas. Kelas persaingannya jauh sedikit lebih panas. Masih dari prediksi bola yang sama melaporkan, enggak bakalan enteng buat Sarri untuk mampu menghantarkan Chelsea melintasi para musuh sebesar Manchester City atau pun Liverpool menuju ke pos terdepan.

Hanya saja, prioritas inti untuk selesai di empat besar dipandang mampu mereka wujudkan. Banyak bursa taruhan di Inggris sampai-sampai sedikit mengunggulkan Chelsea untuk melangkah menuju ke 3 besar.

Kesempatan Liverpool Gaet Strakosha Terbuka Lebar

Kesempatan Liverpool Gaet Strakosha Terbuka Lebar

Jalan Liverpool buat dapat menghadirkan Thomas Strakosha dari Lazio pada bursa transfer tahun ini dikatakan terbuka lebar.

Semenjak kompetisi musim kemarin, Liverpool dikatakan cari penjaga gawang fresh. Karena penampilan Loris Karius dan Simon Mignolet tidak baik.

Tapi berita itu pernah sekilas mereda sehabis Karius dapat main gemilang di hampir semua pertandingan kompetisi musim ini. Penjaga gawang yang berasal dari Jerman tersebut dapat memperlihatkan dirinya telah lumayan siap buat mengawal gawang Liverpool dengan permanen serta menyingkirkan Mignolet menuju kursi cadangan.

Namun berita pencarian penjaga gawang tersebut ada lagi di dalam satu bulan terakhir. Karena seperti yang kita baca dari livescore Liga Inggris, Karius menciptakan kesalahan parah di final Liga Champions.

Masih menurut berita bola, mulanya Liverpool pernah dikatakan ingin menghadirkan penjaga gawang AS Roma, Alisson Becker. Namun mereka terhalang oleh tarifnya yang amat tinggi.

Lalu, Liverpool pun dikait-kaitkan dengan penjaga gawang punya Atletico Madrid, Jan Oblak. Namun keterangan tersebut dengan perlahan-lahan makin mereda.

Lalu pernah ada nama penjaga gawang Barcelona, Jasper Cillessen. Tapi nama penjaga gawang yang berasal dari Belanda tersebut dengan seketika hilang dari pemberitaan.

Sehabis itu, Liverpool dengan mendadak dikatakan ingin menggunakan jasa penjaga gawang punya Lazio, Strakosha. Namun keterangan tersebut itu pun dengan seketika menghilang dari peredaran.

Tapi saat ini berdasarkan berita yang menurut oleh Calciomercato, jalan Liverpool menandatangani punggawa berumur 23 tahun tersebut terbuka lebar. Lazio dikatakan siap membebaskan punggawa yang berasal dari Albania ini.

Karena, Lazio telah mendapat penerus yang cocok untuk Strakosha. Mereka dikatakan bakal lekas menghadirkan Silvio Proto dari tim Olympiacos.

5 Kapten yang akan Menjadi Panutan di Piala Dunia 2018

5 Kapten yang akan Menjadi Pantuan di Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 di Rusia bakal diikuti oleh 32 negeri. Semua kontestan telah menunjuk kapten guna memimpin team masing-masing di ajang 4 tahunan tersebut. Kapten bukanlah cuma untuk jadi pemimpin ketika bermain. Tapi, ia jua musti dapat jadi panutandi dalam serta di luar arena pertandingan. Kiprah semua kapten bakal diuji sepanjang Piala Dunia 2018 esok. Di bawah ini merupakan 5 kapten yang akan menjadi pantuan di Piala Dunia 2018 sebagaimana menurut FIFA yang dipublish oleh situs berita bola.

Essam El Hadary (Mesir) – Bekas penjaga gawang Kolombia, Faryd Mondariagon sekarang memegang rekor menjadi punggawa paling tua yang berlaga di Piala Dunia sehabis main di Brasil 2014 di umur 43 tahun serta 3 hari. Tapi saat ini, rekor ini sedang terancam. Kapten dan juga penjaga gawang Mesir, Essam El Hadary bakal melakoni Piala Dunia 2018 di dalam umur 45 tahun serta 150 hari, dan rasa-rasanya bakal memecah rekor punggawa paling tua di dalam histori kompetisi.

Harry Kane (Inggris) – Harry Kane barulah berumur 24 tahun. Tapi, insting mencetak gol serta jiwa kepemimpinannya telah lumayan guna menjadikan bos Inggris, Gareth Southgate, menunjuknya menjadi kapten yang tadinya dipikul oleh orang-orang sebagaimana Wayne Rooney, John Terry, David Beckham serta Gary Lineker. Data dari livescore Inggris, ujung tombak Tottenham tersebut sudah membikin kira-kira 100 skor di dalam 4 kompetisi musim terakhirnya di kelas tim serta bakal jadi kapten paling muda di kompetisi.

Neymar (Brasil) – Neymar tak disangsikan kembali merupakan salahsatu superstar besar dunia. Punggawa berumur 26 tahun tersebut belum lama ini diberi ban kapten Brasil, dan dia saat ini mempunyai tanggung jawab yang besar guna menjadi pemimpin Selecao mendapat Piala Dunia ke-6, hingga mereka dapat menghapus cerita buruk 4 tahun kemarin. Sehabis sembuh dari cedera, Neymar balik menuju timnas Brasil dengan cemerlang sehabis memcatatkan gol brilian di dalam laga friendly vs Kroasia baru-baru ini.

4. Aron Gunnarsson (Islandia) – Kebangkitan Islandia jadi salahsatu sejarah yang sangat menarik di dalam sepakbola internasional sepanjang bertahun-tahun terakhir. Negeri ini menembus Euro guna pertama-tama kali di tahun 2015 serta tertendang di perempat-final dari tuan rumah penyelenggara, Prancis. Sehabis mampu memprotek tiket menuju Rusia, Gunnarsson bakal balik memimpin negerinya kemudian memikul tanggung jawab besar agar mereka dapat main heroik sebagaimana 2 tahun kemarin di Prancis.

5. Radamel Falcao (Kolombia) – Di 22 Januari 2014, Radamel Falcao terkena cedera ligamen lutut yang mengharuskannya lewatkan Piala Dunia perdananya di Brasil. Kolombia dapat lolos hingga perempat-final, namun sang pencetak skor sepanjang masa mereka cuma dapat melihat dari rumah hingga mereka disingkirkan oleh timnas tuan rumah. Tapi, kadang-kadang kehidupan menyerahkan peluang ke-2. Falcao sekarang siap guna jadi kapten Los Cafeteros dan menulis kisah lainnya di dalam buku histori negerinya.

Sebetulnya terdapat dua lagi kapten yang harus anda soroti di Piala Dunia 2018. Mereka merupakan Cristiano Ronaldo serta Lionel Messi. Kayak yang telah diketahui, dua punggawa ini merupakan pemain-pemain yang selalu mendominasi penghargaan Ballon d’Or di dalam bertahun-tahun terakhir. Tapi mereka belum sekalipun menjuarai Piala Dunia, yang menjadikan sejumlah orang menilai bila ke-2 punggawa ini belum patut dilabeli punggawa terpopuler sepanjang masa. Menarik pastinya guna menyaksikan mereka di Piala Dunia esok. Apalagi, dapat dikatakan ini merupakan Piala Dunia pamungkas mereka, karena umur mereka yang telah melebihi dari 30 tahun.

Blunder Kiper Timnas Inggris Terburuk Sepanjang Masa

Blunder Kiper Timnas Inggris Terburuk Sepanjang Masa Peter Bonetti – Piala Dunia 1970 Peter Bonetti sebetulnya bukan suatu pilihan dasar dibawah mistar gawang tim nasional Inggris, tetapi saat itu dirinya sebagai starter setelah kiper premier timnas Inggris, Gordon Banks menderita lantaran keracunan makanan. Pilihan itu rupanya memang musti dibayar tidak murah oleh timnas Inggris. Kiper dari kesebelasan Chelsea itu melakukan sekian banyak kesalahan yang kemudian membuat timnas Inggris tertendang oleh Jerman 2-3. Padahal yang lalu Inggris menang 2-0 lebih dulu. Gara-gara debut Bonetti itu akhirnya menjadikan karier si kiper di Timnas Inggris makin tertutup, Bonetti cuma menyumbangkan 7 caps semata tuk timnas Inggris. Ditambah dengan kemunculan nama semacam Peter Shilton Dan Gordon Banks. Berikut akan saya ulaskan untuk anda berita yang berasal dari salahsatu web judi bola online di Indonesia ini:

David Seaman – Piala Dunia 2002

Skor kala itu sempat draw menghadapi Brasil 1-1, tetapi Inggris malah membuat blunder saat sang kiper musti bertanggung jawab dari gol ke-2 Brasil. Ronaldinho memperlancar free kick tepat ke sisi gawang timnas Inggris, tetapi posisi penjaga gawang timnas Inggris, David Seaman malah berdiri sekian meter begitu jauh dari garis gawang dan membuat Seaman urung menepis bola yang meluncur kencang ke arahnya. Lalu Bola pun masuk kealam gawang, sekalian merubah skor jadi 2-1 tuk kemenangan Brasil.

Joe Hart – Fase Grup Euro 2016

Kejadian ini masih tetap hangat teringat di pikiran fans kala timnas Inggris berhadapan dengan timnas Wales di arena tahap grup Piala Euro 2016. Masuk kedalam babak yang kedua, kedudukan masih tidak berubah 0-0 dan kemudian Wales memperoleh hadiah free kick yang jaraknya lumayan jauh di luar 12 pass. Dan yang ditunjuk sebagai pemain eksekutor dari tendangan bebas itu ialah bintang dari kesebelasan Real Madrid, Gareth Bale. Bale pun menghempaskan tendangan keras ke sisi gawang Inggris. Joe Hart yang bereaksi cukup lambat pun tak bisa menghentikan sepakan tersebut di saat yang pas. Dan skor pun berganti jadi 1-0 tuk kemenangan Wales. Walaupun timnas Inggris sanggup membalikkan keadaan di babak kedua, tetapi kemampuan Hart sekarang diragukan usai laga itu.

David James – Kualifikasi Piala Dunia 2006

Timnas Inggris sanggup unggul lebih dulu 2-0 sebelum akhirnya tuan rumah bisa mengejar 1 gol lewat free kick dari Roland Kollman. Walau kiper Inggris, David James tak bisa sepenuhnya disalahkan terhadap kejadian itu, namun aksi James kemudian dijadikan headline salah satu surat kabar ngetop di Inggris. Berselang 1 menit dari gol kesatu timnas Austria, midfielder timnas Austria, melancarkan sepakan spekulatif dari jarak jauh pergi ke arah gawang timnas Inggris. Walaupun tendangan tersebut semestinya terlihat gampang saja bagi David James, si kiper justru ‘menendang’ pelan masuk kedalam gawang usai terkena lengan kanan dari kiper.

Robert Green – Piala Dunia 2010

Gol dari Steven Gerrard berhasil membawa Inggris unggul melalui aksinya di menit ke-4 laga kesatu timnas Inggris di tahap grup Piala Dunia 2010 melawan timnas dari Amerika Serikat. Tetapi permulaan yang manis itu menjadi sia-sia saat kiper Inggris, Robert Green kandas menepis datangnya bola dari hasil tendangan spekulasi yang dilancarkan oleh Clint Dempsey. Tendangan bola itu kemudian lepas dari tangan-tangan Robert Green dan masuk ke dalam gawang timnas Inggris sembari Green merangkak guna ambil bola tersebut.