7 Hal yang Bisa Bikin Kamu Betah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Jakarta

Bisa menjadi lebih dari 10 hal sih yang mampu bikin saya dan kamu betah di Pulau Pari, tinggal gimana kita bisa menciptakan kebahagiaan dan kegembiraan itu sendiri yang tentunya bisa bikin kita kerasan traveling ke pulau Pari ini, sebuah pulau di Kepulauan Seribu yang jaraknya sekitar 45 menit s.d 1 jam memakai speedboat dari Jakarta. Dari julukannya aja sudah bikin penasaran, mirip dengan nama ikan, ikan Pari, tapi tidak berarti di pulau ini banyak ikan Pari ya bro sis, tapi lebih pada rupa pulau ini yang mirip ikan Pari. Nah apa saja 10 hal itu yang bisa bikin kalian betah berlama-lama saat liburan di Pulau Pari ? simak nih gaes :

Pulau Pari

Berenang. Yup kolam renang terdapat dimana-mana, super duper besar dan free pulak…hahaha. Ya iyalah secara pulau Pari dikelilingi pantai-pantai jelita berpasir putih halus yang mana pada beberapa titik pantai nyaris tak ada ombaknya sehingga sangat nyaman untukmu dan anak-anak berenang, khususnya di spot Pantai Pasir Perawan. Bahkan, di spot pantai yang mempunyai semacam pulau kecil di tengah-tengah ini bisa membuatmu terlihat keren kalo bisa berenang dari satu sisi pantai di pulau kecilnya kearah sisi pantai di pulau kecil lainnya, wah rasa-rasanya seperti nyebrang lautan gitu deh ! Snorkeling. Satu hal fantastis saat snorkeling di titik dekat Pulau Tikus ialah, ikannya sangat banyak sekali dan warna-warni gaes. Tidak nyangka juga bila di Pulau Seribu ikannya lucu-lucu gini. Oiya, demi tempat snorkeling di sekitar Pulau Pari ada beberapa lokasi menarik, diantaranya di dekat Pulau Burung, di daerah Pulau Tikus, di daerah Kapal Karam, tidak jauh dari pelabuhan Pulau Pari dan di sekitar hutan bakau dekat Pantai Pasir Perawan. Selain lokasi snorkel di sekitar hutan bakau yang bisa dijangkau dengan kapal dayung nelayan, saya jamin spot snorkeling lainnya harus ditempuh memakai kapal motor yang berarti kita harus merental kapal untuk sampai ke lokasi snorkelingnya. Kalau ingin murah maka bisa sewa ramai-ramai, tetapi jika ingin private ya kudu bayar ekstra mahal karena sebuah kapal hanya akan dipakai sendiri, komplit dengan guidenya yang bakal memotret-motretmu didalam laut.

  1. Jelajah Hutan Mangrove. Tempat hutan mangrovenya sangat persis dengan hutan mangrove yang terdapat di Pulau Nusa Lembongan Bali, dan kamu cukup bayar sekitar Rp 10 ribu s.d Rp 15 rb per orang tuk diantar naik perahu kano nelayan berkeliling hutan mangrove itu, asyik kan ! Maka hutan mangrovenya itu ada di kawasan pantai hingga tidak bisa dijelajahi dengan upaya jalan kaki atau trekking, tetapi harus menggunakan perahu kano.
  2. Olahraga Air (Water Sport). Jadi buat kamu yang menyukai bermain-main air, bisa segera menuju spot Pantai Pasir Perawan, sebab di tepi pantai nan tenang dan damai tanpa ombak ini, banyak di rentalkan perahu-perahu karet ataupun kano buat kamu bermain-main atau berolahraga air. Tinggal pilih mau naik kapal yang mana, dan dengan jumlah daya tampung sepuluh orang per perahunya, bisa dirental dengan hitungan jam.
  3. Fotografi. Bila soal motret dan selfie-selfie ria, tidak bakalan habis deh spot indah di sini. Diawali sejak turun di dermaga pulau ini, sampai jalan-jalan sampe ke hutan bakau, pantai-pantai, bukit matahari, bawah laut, dan sebagainya, semuanya bisa memakan waktumu dan senang berfoto-foto ria.
  4. Wisata Kuliner. Gak usah takut kelaparan di pulau ini, sebab banyak sekali makanan dan minuman yang dijajakan disini, mulai dari gelaran kaki lima, warung-warung sembako sampai warung-warung makan yang menjual makanan rumahan atau sea food khas pulau yang bisa disantap panas-panas sekaligus bakar-bakaran di tepi pantai, semua ada disini. Harganyapun standarlah pendapat saya, mirip-mirip tarif kaki lima di Jakarta. contohnya, aqua botol 600 ml Rp 5.000, teh botol, coca-cola, fanta, sprite Rp 7.000, coffee mix, milo Rp 4.000, semangkuk indomie telur rebus/goreng Rp 10.000, nasi goreng Rp 15.000, mie ayam Rp 10.000, mie baso Rp 15.000, rujak Rp 10.000, dst. So!, kalo tidak doyan ngapa-ngapa’in di sini, boleh memilih jelajah liburan kulinernya aja bro sis.
  5. Bersantai di Tepi Pantai. Malah sampe bisa tidur loh di pinggir pantai Pulau Pari ini, lah bagaimana tidak, anginnya sepoi-sepoi seperti ini, diimbangi perut sudah kenyang dengan pariwisata kulinernya, tinggal rebahan aja di saung-saung yang banyak berserakan di tepian pantai, istirahat deh, hahaha ! Nikmatilah suasana seperti ini, sebab tidak akan bisa anda jumpai lagi saat telah kembali ke kota awal yang penuh dengan hiruk pikuk.
  6. Bersepeda. Semacam di Pulau Seribu lainnya, saya jamin di Pulau Pari pun kita bisa menyewa sepeda biar bisa menghemat tenaga saat jalan-jalan berkeliling pelosok pulaunya. Walaupun sebenarnya hanya ada 1 (satu) jalan kecil utama yang mengaitkan pulau ini dari ujung ke ujung, namun lumayan juga tuh gaes luas jalannya sekitar 1,5 s.d 2 km, nah kalo hilir mudik mondar mandir bisa gempor pula kaki wkwkkw. Naik sepeda biar sehat !
  7. Shopping. Siapa bilang di Kepulauan terpencil gini nggak bisa shopping ? bisa sodara-sodara…terdapat kios-kios yang menyediakan aneka baju, kaos dan souvenir khas pulaunya. Mulanya juga sempat mikir, apa iya saya ingin belanja disini? lhaaaa usai masuk ke kiosnya, yang ada justru memborong baju kaos, baju santai, topi, gantungan kunci, magnet lemari es, kacamata, celana pantai, dan masih ada lagi. Mirip-mirip cinderamata di Bali gitu deh, tau kan baju-baju santai dengan jenis kain yang tipis, memiliki rasa dingin di badan dan bertuliskan Pulau Pari…wuih…keren kan jadinya, kenang-kenangan telah menginjakkan langkah di pulau ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.